REALITY KISAH HIDUP CAMERIA HAPPY PRAMITA "MITA"

Rabu, 23 Desember 2009

TAKEN FROM WANITA INDONESIA MAGAZINE EDITION 1053 YEAR 2009

“PAPA,MENGAPA MENINGGALKAN KAMI ?”
Kepada tabloid Wanita Indonesia,Mita bercerita tentang masa kecilnya yang sulit,hingga ia hidup dan menemukan kehidupan,dengan caranya sendiri,menemukan versi kedewasaannya dirinya sendiri. Berikut ini penuturan Mita selengkapnya.

SEBELUM GABUNG DENGAN AHMAD DHANI
Sejak kecil,aku sudah menjadi pelindung keluarga, karena,dirumah tak ada sosok pria yang benar. Sampai sekarang,aku tak pernah tahu yang namanya bapak. Karena begitu lahir,aku langsung diungsikan ke Bangka,sementara mamaku (Emmy Sofyana) di Jakarta. Waktu aku ke Jakarta lagi,mama sudah menikah dengan papa adikku. Ternyata,kehidupannya tidak bagus juga,karena papa adikku itu pengangguran. Walaupun ada dia,kehidupan keluarga sama saja,karena ekonomi bergantung pada mama.
Ketika aku beranjak SMA,sedikit demi sedikit aku membantu mama. Dari SMP,aku sudah ngeband,dan SMA sudah menghasilkan uang dari manggung dari kafe atau hadiah lomba. Alhamdulillah,aku sudah tidak pernah lagi minta uang sama mama setelah bergabung di RCM (Republik Cinta Management-milik Ahmad Dhani),aku tidak memperbolehkan mama bekerja.
Lewat grub The Virgin,aku menjadi terkenal dan sukses, Ini bukan impianku. Ini anugrah terindah yang diberikan Tuhan. Di usia 23 tahun ini,aku dapat membeli apa pun yang kuinginkan,termasuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dulu,dapat uang Rp1 juta saja susahnya minta ampun. Sekarang,aku bisa beli baju untuk manggung yang harganya Rp1 juta. Syukur Alhamdulillah,semua ini tak pernah Aku duga sama sekali.
Sebelum aku bergabung di RCM,mamaku terjatuh,dan membuat sendi ditangan kirinya terlepas dan tidak bisa bergerak. Waktu itu aku berhenti ngeband,lalu fokus dikantor (biro jasa yang mengurus perpanjangan STNK,SIM,BPKB) dan mengurus mama. Begitu mama agak sehat,tiba – tiba aku ditelpon mas Wawan,bassis Maha Dewi,dari situlah terbuka jalan hidupku yang seperti sekarang ini.
membiayai 3 anaknya,tidak dibantu siapa – siapa. Alhamdulillah 2 anaknya sudah lulus,sekarang tinggal adikku yang bungsu yang menyelesaikan sekolahnya,aku yang menanganinya. Selama 20 tahun itu mama bekerja sendirian,padahal umurnya sudah tidak muda lagi,50 tahun. Mungkin,sudah jalan dari Tuhan, ketika mama sakit,gantian aku yang bekerja.

‘AKU INI PEREMPUAN’
Kasihan mama,papa meninggalkannya begitu saja. Aku tak mengenal siapa ayah kandungku. Meski ia meninggalkan kami,aku tak menyimpan dendam dihati ini. Bagaimana mau dendam,ketemu saja tak pernah. Aku sangat kecewa padanya. Mungkin,ia punya pemikiran lain mengapa meninggalkan kami.
Andai dia tahu anaknya seperti ini,pasti ia menyesal meninggalkanku dan mama. Aku tidak tahu dia masih hidup atau tidak,tapi aku yakin ia pasti sangat menyesal meninggalkan keluarganya. Menurutku,kurang apa sih mama? Cantik,bisa cari uang,dan sekarang punya anak yang kayak gini. Ya,mungkin ia punya pemikiran yang berbeda,kejadiannya sudah lama 23 tahun yang lalu (Mitha menggangkat kedua bahunya).
Aku tak mau mencari ayah kandungku. Biar saja. Untuk apa dicari,kalaupun dia muncul,aku Cuma mau melihat mukanya dari ujung kaki sampai kepala,abis itu aku tinggalkan deh. Aku juga mau tahu siapa namanya,supaya kalau aku meninggal ada tulisan binti siapa. Jujur,aku tak tahu nama ayahku. Aku pernah bertanya tentang ayahku itu,tapi dia diam saja,langsung menangis. Aku tidak mau membuat mama menangis. Aku tidak akan bertanya tentang ayahku lagi. Biarkan saja suatu saat nanti pasti ada jawabannya. Wallahualam,
Latar belakang semacam itu menempaku seperti ini,terbentuklah fisikku yang seperti pria dan batin yang selalu ingin melindungi orang yang dicintai dan disayangi. Karena sejak kecil aku sudah mempunyai tanggung jawab untuk melindungi mama dan kedua adikku. Aku jadi tomboi. Sebetulnya aku seperti mama,dia tomboy banget. Banyak yang bilang mama itu polwan,soalnya rambutnya pendek,mukanya sangar,dan badannya gemuk. Kalau fisik dan jiwaku yang jadi pelindung, mungkin memang bawaan dari keluarga. Aku punya adik yang terpaut cukup jauh, yakni 8 tahun, jadi aku melindungi dia banget. Apalagi,aku anak pertama,otomatis menjadi panutan adik – adik. Tapi,aku tetap perempuan.
Aku hanyalah Mita, seorang perempuan yang menjadi pelindung dan tulang punggung keluarga. Disisi lain aku seperti perempuan lain,yang mellow,cengeng,takut setan,takut cacing. Tapi,kalau menyangkut urusan hidup,aku berubah jadi Mita yang tegar.
Aku nggak minder. Aku cuek dan santai banget. Kalau ada yang Tanya,aku jawab apa adanya,sesuai keadaannya. Orang mau menggangap aku apa,aku tak peduli. Yang penting didunia ini hanya mama dan kedua adikku. Yang lain nggak penting.

Belajar dari pengalaman Mama
Mama adalah orang yang paling berjasa dan sumber kekuatan bagiku dalam menjalani hidup. Apapun yang aku lakukan sekarang ini, semuanya untuk Mama. Banyak pelajaran berharga yang kuambil dari kehidupan Mama, salah satunya adalah : sebagai perempuan, jangan bergantung pada pria.
Biar bagaimanapun pria memang akan menjadi pemimpin dan imam dalam keluarga kita, tapi tetap saja perempuan harus mempunyai pegangan untuk diri sendiri. Minimal harus mempunyai pendidikan yang bagus, supaya jangan diremehkan pria. Begitu juga dengan harta, sebisa mungkin harus punya harta pribadi, supaya kalaupun ada pria yang jahat, aku tetap bisa menjalani hidup ini tanpa kehadiran pria. Kalau Mama dulunya sangat bergantung, dan waktu ditinggal langsung kelabakan. Sekarang dia jadi kuat dan tegar dalam menjalani hidup ini, tidak bergantung lagi pada pria, apalagi setelah mendapat pria yang ternyata sama pemalasnya dengan papaku dulu.
Perjuangan Mama penuh lika liku, itu tidak membuatku sedih. Justru, aku bangga mempunyai Mama yang kuat menjalani hidup ini. Mama menjadi panutan, agar aku selalu mempunyai semangat seperti beliau. Mama itu kuat banget, selama 20 tahun membiayai 3 anaknya sendirian, bekerja dari pagi sampai malam. Mungkin, waktu SD dan SMP aku belum mengerti, tapi setelah SMA dan terjun langsung menjadi Mama dalam tanda kutip, aku baru merasakan beratnya menjadi seorang ibu yang juga tulang punggung keluarga. Naik bus dari tangerang ke Jakarta, bogor, Bekasi, bandung. Semua samsat di Jabodetabek diambil sama Mama. Ikut Mama kelantai 1, 2, 3, 4, turun lagi ke lantai 1, naik lagi ke lantai 4, wah, capeknya luar biasa. Itulah Mama, niat untuk keluarga sangat kuat, sehingga aku bangga mempunyai Mama seperti itu.
(selama wawancara, Mita terllihat sangat tegar dan kuat saat menceritakan pengalaman hidupnya, tidak ada air mata yang menetes di pipinya).
Hahaha… (tertawa getir) kalau ngobrol sama Mama, lebih kuat lagi, Mama itu cerita hidupnya lebih parah. Aku saja kalau mendengar ceritanya suka bilang,’Ya Allah, begini banget ya Mama dulu?’ Mama bilang, waktu SD bibirku pernah dipukul sampai jontor dan berdarah oleh papa tiriku. Almarhumah nenek juga bilang aku pernah ditonjok, disiram di kamar mandi dan dikunci dari luar.’ Jujur, aku tak pernah menangisi kehidupanku yang pahit ini, malah membuatku tambah kuat. Tapi hal-hal yang tak penting malah suka bikin aku nangis. Kebalikannya deh. Hahaha…
Aku belum pernah menangis karena pria, karena ada tembok China di hatiku. Bisa dibilang ada sedikit trauma, tapi tidak kujadikan beban. Ada kabut yang sedikit membentengi perasaan ini dari pria. Kalau menemukan sedikit pun cacat tentang pria itu, misalkan tentang prinsip hidup, aku pasti nggak mau.

‘Tidak Semua Pria Itu Bajingan’
Tidak semua pria itu bajingan. Kalau melihat kehidupan Mama, mungkin memang jalannya harus seperti itu, tapi aku tidak menghakimi semua pria itu sama. Aku yakin pasti ada pria yang baik, tidak semua bajingan, tergantung tentang kitanya. Paling tidak, dengan melihat kehidupan yang dijalani Mama, ada benteng pada diriku sendiri kalau nanti misalnya dekat atau ada niat sama pria mesti hati-hati. Paling tidak, aku harus punya harta pribadi sebelum diinjak-injak pria. Aku ada pegangan sendiri, harus selalu maju dan berusaha. Harus menjadi wanita karier, tidak bisa disepelekan begitu saja oleh pria. Kalau ada yang mau terima aku apa adanya, ayo aja. Kalaupun tidak, ya mengalir saja. Sekarang tujuan utamaku adalah membahagiakan Mama dan kedua adikku.
Aku tidak tahu siapa ayahku, punya ayah tiri yang tidak benar, dan pernah dikecewakan pacar. Aku 3 kali pacaran, hubungan itu tidak ada yang benar. Yang paling parah itu yang terakhir, saat ada seorang pria, vokalis band, yang melakukan pendekatan padaku. Seiring berjalannya waktu, bukannya bertanya apakah aku mau jadi kekasihnya atau tidak, pria itu malah berterus terang dirinya telah memiliki seorang istri. Dia selalu curhat tentang istrinya dan sampai sekarang masih sama istrinya itu. Aku merasa dibohongi, dan sampai sekarang aku belum punya kekasih. Semua itu tidak membuatku trauma terhadap pria.
Menurutku, tidak semua pria jahat seperti suami-suami Mama. Mungkin itu jalannya Mama. Mungkin memang dari sananya Mama harus sendiri, menjadi wanita karier yang benar-benar kuat menjalani semuanya sendiri.
Dalam menentukan pendamping hidupku kelak, aku tidak mau salah langkah. Karenanya, aku mempunyai banyak criteria bagi calon kekasih dan suami. Aku tak mau punya pacar yang terlalu meremehkan perempuan, nggak bisa memimpin, nggak bisa cari uang. Belajar dari pengalaman Mama, nggak sembarangan aku pilih pacar, apalagi pendamping hidup. Jujur, aku kagum sama mas Ahmad Dhani karena dia bisa menjadi pemimpin, jadi ayah yang baik bagi anak-anaknya, bisa bencari uang dan pengetahuan agamanya luas. Nah, pria seperti itu. Jangan lembek, jangan bergantung sama perempuan, dan jangan memeras perempuan.
Untuk pendamping hidup, aku tak mau asal pilih. Aku pilih yang terbaik, dan jangan asal-asalan karena itu untuk seumur hidup. Sebisa mungkin aku mau menikah cukup sekali. Tapi, jodoh tak ada yang tahu. Ya sebisa mungkin aku cari jodoh yang sehidup semati, dan itu harus benar-benar cari yang untuk dunia dan akhiratnya bagus.

‘Jika Aku Menikah’
Mama sering bertanya kapan aku punya pacar dan mengenalkannya pada keluarga. Aku bilang,’Ma, Mita tuh bukannya gak mau pacaran sama pria, tapi lagi nggak pengin dan belum ada yang cocok’. Dia bilang,’Bagimana mau dapat pria, kalau dandanan kamu saja kayak pria?’ Aku jawab,’Tipe wanita idaman setiap pria kan beda-beda. Santai ajalah Ma.’ Aku sih yakin, suatu saat nanti pasti ada pria yang bisa teri aku apa adanya. Sebagai perempuan, aku masih punya keinginan untuk menikah, mempunyai anak dan mengurus keluarga. Targetku, menikah saat berumur 27 tahun.
Seandainya menikah, aku ingin mendapat suami yang bisa mengerti aku apa adanya. Bisa menerima latar belakangku, sisi baik dan burukku. Sebelum menikah, aku harus tau semuanya. Aku nggak mau hidup dalam kebohongan, karena aku tak suka dibohongi dan tak mau bohongi orang. Jadi, saat ada pria yang mengajakku menikah, dia harus tahu semua kejelekan dan kebagusanku. Kalau dia bisa menerima aku apa adanya, baru deh kita menjalani hubungan. Aku ingin punya suami yang seimbang antara akhirat dan duniawi. Bandel di dunia boleh, tapi dia harus bisa menjadi imam di keluarga untuk bisa membawa istri dan anaknya ke surga. Harus kuat imannya.
Setelah menikah aku akan berhenti berkarier dan fokus urusan rumah tangga. Makanya, sekarang aku tidak buru-buru nikah karena mau cari uang banyak, terutama untuk Mama dan adik-adik. Kalau perlu, aku ingin melihat mereka sukses dan menikah, baru deh memikirkan hidupku sendiri. Aku tak takut dilangkahi, kan nanti dapat uang pelangkah. Hahaha…
Aku punya pemikiran, yang kayaknya nggak mungkin. Tapi, ada segelintir di otakku ini kalau aku sudah menikah nanti, aku ingin memakai jilbab. Tapi, tidak tahu bakalan terwujud atau nggak, sekarang bentukku aja masih kayak begini. Ketika memakai jilbab, aku ingin sudah siap hati ini.


Finish...

Read more...

Peringatan Hari Ibu di Indonesia

Senin, 21 Desember 2009

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandala Bhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

SELAMAT HARI IBU - I ♥ U MOM

Lagu yang bikin aku nangis hari ini adalah lagu ciptaan Melly Goeslaw - Bunda sekian lama ga' dengarin lagu ini tiba²
disalah satu stasiun TV, lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi idolaku 'The Virgin'
aku senang banget, sampai nangis dengarnya...

Read more...

Senin, 14 Desember 2009

Dari dulu aku ga segitunya kalau ngfans sama artis atau musisi, tapi yang satu ini yang biasa disebut Mita The Virgin atau Mita The Rock Indonesia, wah! bikin aku benar² menggila, sampai foto²nya juga aku koleksi, hehehe... Wanita yang benar² bikin aku kagum, apalagi dengan gaya tomboynya... aduhhhh... pokoknya Mita is the best lah!


Read more...

Bahasa Gaul

Minggu, 13 Desember 2009

Bahasa Gaul sudah kita kenal dari dulu, setelah dicari² ternyata banyak juga ya bahasa gaul dari Bahasa Indonesia...
meskipun hasil copasan, tapi lumayan lah buat iseng² dibaca.
Nah.... tp aku ga tau ini bahasa gaul dari mana, hehehe...

  • Kongkow : Nongkrong (dipakai untuk melakukan aktifitas kumpul-kumpul bareng temen-temen)
  • Ngastik : Nggak asyik (dipake buat mengungkapkan sesuatu yang tidak enak dirasa, didengar, dan diliat)
  • Lonte : Pelacur
  • Poskul : Pulang sekolah (kadang juga berlaku buat menyatakan pulang kantor)
  • Gw, w, oGut, Gout, wa : Saya, aku
  • Loe, lo, lu, lw, u : kamu
  • SMS : suka sama suka
  • sodokur : sodara
  • Titi kamal : hati2 kalau malam
  • balon : bakal calon
  • bekibolang : belok kiri boleh
  • brondong : lebih muda
  • brownis : brondong manies
  • cemat : cewe matre
  • cemen : gak ada nyali
  • CDMA : cape deh males ah
  • cileduk : cinta lewat dukun
  • Dedi dores : dengan dirinya doa restu
  • ember : iya (benar/setuju)
  • gahom : gagah homo
  • Gorda : gorila darat (khusus buat orang yang mukanya jelek banget!!)
  • Back ground : Back = belakang Ground = Genderuwo (coba Loe artiin sendiri)
  • Lekong : Banci kaleng
  • Mawar : mau
  • Sangs : kepengen
  • Suamsuam kuku : Suamiku
  • Ngemeng : Ngomong/bicara
  • Titi Dj : aTi aTi Di Jalan
  • ToMingSe : Tolong Mingkem Sedikit
  • HandyCam : Makan pake tangan
  • Gancet : Ngesex
  • JabLuk : Jablay Buluk
  • Sokam : Rokok 234
  • Jokul : Jual
  • Dokat : duit
  • Gara : Kaga/ngga/tidak
  • Dae : Ada
  • Mokad : ma*pus/mod4r/mati
  • Kobam : Mabok
  • Ngelonjor : ngelamun jorok
  • Sekwilda : sekitar wilayah dada
  • Boker : Buang air besar
  • Bobi : botak biadab (hayo siapa tuh? )
  • japak : jablay pakuan...
  • pasutri : pasukan suami takut istri
  • cimut : ciuman maut
  • kamsut(kemek) : makan
  • sunge : sunda ngehek
  • hasem : belom ngerokok
  • skull : sekolah
  • kull : kuliah
  • ngondoy : turun
  • Meneketehe : Mana Aku tau
  • Kemsi : Kemek siang (makan siang)
  • Parno : Paranoid
  • Sherina : Serius na
  • Marsyanda : Masa oloh serius na
  • Tp : tebar pesona
  • Gaptek : gagap teknologi
  • Neting : Negatif Thinking
  • Doror : Double eror
  • Tajir : Orkay (orang kaya)
  • jadul : jaman dulu
  • Ciamik : bagus
  • Cingcay lah : lumayan lah
  • Jarpul : jarang pulang
  • SMP : sehabis makan pulang
  • Capcus : cabut (pulang/pergi)
  • Macacci : masa sih
  • Makaci : terimakasih
  • Bapuk : jelek/buluk
  • Caur : ancur
  • Gazebo : Gak zelas bo
  • Nembak : menyatakan cinta
  • Jadian : pacaran
  • pet cang tai : capek
  • Tase : bermesraan
  • Tababmerematahua : (udah yang palng jelek!)
  • AA Gym GTL : agak agak gimana gitu loh!
  • OMG : oh my god!
  • Siting sob (giting, alias sinting sob!)
  • Bokis : bohong
  • Jorki : Joker (jorok)
  • Pewe : Posisi (Wu)enak
  • Songong : belagu
  • Pecun : perek culun
  • Jancok : Bajingan

Read more...

Facebook Alam Gaib

Sabtu, 12 Desember 2009


Bagi yang belum pernah ngalamin atau mencoba Facebook Alam Gaib pasti bakal bertanya², bagaimana sich Facebook Alam gaib itu???
Awal yang bikin aku tertarik adalah saat aku diajak temanku mencari hiburan dengan membuat akun Facebook baru dengan identitas palsu, tapi identitas yang berbau horor, contohnya seperti pocong, kuntilanak, tuyul, dan masih banyak lagi, gunanya untuk iseng² aja sich, buat hiburan, hehehe...
bagi yg mau mencoba silakan...

:D :D :D

Read more...

Profil Pelit

Jumat, 11 Desember 2009

Namaku Fridhayanti Wulansari biasa dipanggil Fridha atau Ari
Tempat lahir di Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur
Tanggal lahir 11 Oktober 1991
Aku alumni SMK 1 Negeri Tanah Grogot angkatan 2009
Sepertinya cukup segini dulu, he he he...
selebihnya kapan² aja dech...

Read more...

Comment




ShoutMix chat widget

^_^

Share |

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP